Apa Itu On Page SEO dan Bagaimana Mengoptimasinya

Jika kamu sudah mengenal apa itu SEO, pasti sudah pernah mendengar istilah On-Page SEO dan Off-Page SEO. Keduanya merupakan strategi optimasi yang mesti dijalankan agar webiste kamu menghasilkan traffic yang diinginkan. Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai apa itu On-Page SEO. 

Apa itu SEO On Page?

On Page SEO adalah upaya optimasi mesin pencari yang dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor di dalam website itu sendiri. Tujuan utama On-Page SEO berfokus pada upaya menyajikan konten berkualitas dan relevan bagi pengguna namun juga disukai oleh mesin pencari seperti Google. 

Jadi, dalam On Page SEO ada dua pihak yang mesti diperhatikan yaitu pembaca dan mesin pencari. Kita perlu membuat halaman website yang dapat dengan mudah di-crawling oleh Google. Dengan begitu, peluang untuk tampil di halaman pertama Google menjadi lebih tinggi dan website mendapat banyak traffic. 

Sebenarnya, kunci dari konten yang baik untuk SEO ada dua yaitu; 

  • Relevan 

Konten web harus relevan dengan apa yang dicari oleh pengguna. Jika dulu masih banyak ditemukan konten tidak relevan yang masuk halaman pertama Google, maka saat ini dipastikan sudah semakin sedikit. 

Algoritma Google terus diperbaru sehingga semakin canggih. Mereka terus mengoptimalkan penggunaan Natural Language Processing atau NLP untuk mengidentifkasi frasa yang digunakan manusia ketika mencari sesuatu di internet. 

Artinya, On Page SEO tidak lagi persoalan menumpuk sebanyak-banyaknya keyword!

  • Berkualitas 

Google bekerja keras untuk menampilkan hasil pencarian terbaik kepada pengguan. Mereka mengembangkan algoritma Page Rank untuk menampilkan hasil pencarian dari situs yang dianggap berkualitas. 

Karena itu, dalam pembuatan konten SEO, fokus utamanya adalah bagaimana membuat konten berkualitas untuk pengguna. 

Berikut Faktor-Faktor Penting On Page SEO 

Temukan Search Intent

Kamu pasti sudah mendengar konten adalah raja. Tetapi, konten berkualitas saja tidaklah cukup. Google ingin agar suatu konten dapat menjawab rasa ingin tahu pengguna. Karena itu, kamu perlu memahami search intent. 

Merujuk kepada Yoast, search intent adalah istilah yang menujukkan maksud atau tujuan dari pencarian online yang dilakukan oleh pengguna. Berikut empat kategori search intent. 

  • Informational
  • Investigational
  • Transactional Investigation
  • Navigational

Cara paling mudah menemukan search intent adalah dengan memperhatikan hasil pencarian mesin pencari atau SERP.  Ambil contoh seperti ini, kata kunci “sneakers terbaik 2020” berdasarkan SERP nya lebih banyak yang bersifat informational ketimbang transaksional. 

Jadi, kamu dapat mulai membuat konten dengan search intent yang dimaksud. 

Buat Konten In-Depth

Studi yang dilakukan oleh Moz, Medium, and HubSpot menunjukkan bahwa konten dengan panjang 1.000 sampai 2.000 kata berpotensi menghasilkan traffic website organik yang banyak. Membuat konten mendalam dapat membantu pengguna menemukan apa yang mereka cari. 

Ketimbang membuat artikel pendek yang mengharuskan pengguna menemukan lanjutannya, lebih baik bila semuanya dibahas secara mendalam dalam satu artikel. Konten-konten seperti inilah yang disukai oleh Google. 

Optimasi Kata Kunci

Kata kunci menjadi faktor yang paling penting dalam search engine optimization. Dengan kata kunci, mesin pencari dapat menemukan artikel yang sesuai diinginkan oleh pengguna. 

Lakukan optimalisasi kata kunci dengan menempatkannya di beberapa bagian. Letakkan kata kunci pada Judul, Heading, URL, Meta Description dan dan body artikel kamu. 

Khusus pada body, penempatan kata kunci tidak boleh terlalu sedikit juga tidak boleh terlalu banyak. Karena itu, kamu perlu memperhatikan keyword density yakni persentase pengulangan kata kunci pada suatu artikel. Tools seperti Yoast, merekomendasikan keyword density antara 0.5 sampai 3% saja. 

Gunakan Outbound dan Internal Link

Outbound link adalah link dari luar website yang sengaja ditempatkan pada sebuah artikel sebagai rujukan dari artikel tersebut. Sementara Internal Link berasal dari dalam webiste yang dipakai agar pembaca mencari tahu lebih lanjut tentang topik tertentu. 

Outbound link memberi tahu mesin pencari bahwa artikel tersebut memiliki referensi yang jelas. Ini dapat membantu meningkatkan kredibilitas webiste. Jadi, usahakan untuk memberi outbound link dari situs-situs yang terpercaya. 

Berbeda dengan outbound link, internal link lebih banyak berfungsi sebagai navigasi yang membantu pengguna menelusuri artikel lain di dalam website tersebut. Manfaat yang terasa adalah meningkatnya bounce rate, yakni lamanya seseorang berada di dalam website tersebut. 

Optimas Judul

Ada banyak konten di internet. Masalahnya, apa yang membuat konten kita lebih dipilih oleh pengguna ketimbang konten lainnya. Nah, judul yang menjadi kuncinya.

Tidak sekadar menggambarkan isi, buat judul yang menggugah orang untuk mengklik seperti “Wajib Tahu”, “10 Fakta” dan lain sebagainya. 

Faktor keterbaruan juga menjadi penting dalam penulisan judul konten. Misalnya, “Update 2020”, “Terbaru” dan lain-lain.  

Optimasi Gambar

Gambar juga memiliki peran yang vital dalam SEO. Pengguna internet sering kali masuk ke sebuah webiste dari hasil pencarian yang mereka lakukan.

Agar bisa memberikan kontribusi, gambar dalam artikel SEO perlu dioptimasi. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan adalah. 

  • Mengisi caption dengan kalimat yang relevan 
  • Menambahkan gambar di sitemap
  • Isi Alt Text dengan kata kunci utama
  • Tulis nama file yang sesuai
  • Reduce ukuran file gambar agar tidak terlalu besar

Buat URL Yang Mengandung Kata Kunci

Dalam On-Page SEO, URL juga memiliki peranan yang penting. URL menjadi salah satu faktor yang dipakai Google pada saat melakukan proses crawling. 

Edit URL sehingga tidak terlalu panjang dan yang lebih penting mengandung kata kunci. Misalnya, kamu ingin membuat konten “Daftar kuliner di Bandung Yang Patut Dicoba”. Buat url nya menjadi www.namasitus.com/daftar-kuliner-bandung. 

Hindari URL yang menyisakan kategori seperti “news” sehingga memperpanjang URL. 

Meta description

Meta description adalah deskripsi sebuah konten yang muncul di hasil pencarian. Tepatnya di bawah judul artikel.  

Seperti sudah disinggung di atas, tempatkan keyword dalam meta description artikel kamu. Selain itu, buat dengan kata-kata yang menarik sehingga menambah dorongan pembaca untuk mengklik. 

Kecepatan Website

Kecepatan yang dimaksud di sini adalah lamanya sebuah website dimuat pada saat diklik. Website yang lambat berdampak negatif bagi SEO karena hanya akan menyusahkan pengunjung. 

Lakukan pengecekan kecepatan situs kamu dengan tools PageSpeed Insight milik Google. Situs website bisa menjadi lambat karena beberapa faktor seperti; terlalu banyak plugin atau element tambahan, gambar yang ukurannya besar sampai faktor dari penyedia hosting. 

Kesimpulan

On-Page SEO merupakan salah satu bagian dari strategi search engine optimization untuk meningkatkan kunjungan website. Pada dasarnya, On-Page SEO berusaha mengakomodasi kepentingan pembaca (user) dengan mesin pencari seperti Google. 

Mengoptimasi On-Page SEO dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor yang seperti keyword, meta description, gambar dan lain sebagainya. 

Bagi kamu yang masih bingung atau tidak punya waktu melakukan ini semua, manfaatkan pihak lain untuk membantu mengoptimasi website kamu. SMEBro merupakan digital agency yang fokus pada jasa SEO untuk membantu mewujudkan berbagai tujuan bisnis. 

 

Baca Artikel Lainnya :  Digital Marketing: Pengertian, Manfaat, Jenis dan Kelebihannya

3 thoughts on “Apa Itu On Page SEO dan Bagaimana Mengoptimasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *